..... Aku menemukan sebuah gubug kecil. Letaknya jauh dari keraiman, jauh dari gedung tinggi, jauh dari kerumunan orang-orang. Tenang dan Terpencil.
"Berhenti? jalan? berhenti? jalan?" berkali-kali aku berfikir, untuk mengambil sebuah keputusan.
Akhirnya ku putuskan untuk berhenti, beristirahat sejenak karna tubuh mulai rapuh, aku berada pada titik kelelahan tertinggi. Bisa saja aku terus berjalan tanpa memperdulikan betapa lelahnya diri ini, tapi apakah itu lebih baik? aku tak yakin.
Duduk bersandar pada sebuah dinding ditemani angin yang bertiup sepoi-sepoi, Burung-burung yang bebas terbang dengan sayapnya berkicau bersaut-sautan ku nikmati pemberian dari-Nya secara cuma-cuma.
Tenang tak berarti kosong, Terpencil tak berarti sepi. Seseorang menepuk pundakku, kubalikan badan sembari tersenyum; syukurlah ditempat asing ini ternyata aku tak sendiri. Kami bercerita, bersenda gurau, tak jarang tawa kami memecahkan keheningan hingga detak jarum jam tak lagi kudengar, hingga aku tak lagi terpaku pada waktu..
Lelahku terobati, seperti janjiku aku tak boleh berhenti terlalu lama. Aku harus melanjutkan perjalanan meskipun tidak tau harus kemana setelah ini, hanya terus melangkah akan selalu ada hikmah disetiap pijakan yang ku tempuh.
Terima kasih gubuk kecil sudah memberikan tempat terbaik untuk beristirahat, menghirup udara baru, memberikan kesempatan bercengkrama bersama-sama. Aku pamit, aku pergi dengan membawa kebahagian di dalamnya :')
"in three words I can sum up everything I have learned about life; it goes on" -Robert Frost-
