CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 19 Juni 2013

.... (part 2)

..... Aku menemukan sebuah gubug kecil. Letaknya jauh dari keraiman, jauh dari gedung tinggi, jauh dari kerumunan orang-orang. Tenang dan Terpencil.
"Berhenti? jalan? berhenti? jalan?" berkali-kali aku berfikir, untuk mengambil sebuah keputusan.

Akhirnya ku putuskan untuk berhenti, beristirahat sejenak karna tubuh mulai rapuh, aku berada pada titik kelelahan tertinggi. Bisa saja aku terus berjalan tanpa memperdulikan betapa lelahnya diri ini, tapi apakah itu lebih baik? aku tak yakin.

Duduk bersandar pada sebuah dinding ditemani angin yang bertiup sepoi-sepoi, Burung-burung yang bebas terbang dengan sayapnya berkicau bersaut-sautan ku nikmati pemberian dari-Nya secara cuma-cuma.
Tenang tak berarti kosong, Terpencil tak berarti sepi. Seseorang menepuk pundakku, kubalikan badan sembari tersenyum; syukurlah ditempat asing ini ternyata aku tak sendiri. Kami bercerita, bersenda gurau, tak jarang tawa kami memecahkan keheningan hingga detak jarum jam tak lagi kudengar, hingga aku tak lagi terpaku pada waktu..

Lelahku terobati, seperti janjiku aku tak boleh berhenti terlalu lama. Aku harus melanjutkan perjalanan meskipun tidak tau harus kemana setelah ini, hanya terus melangkah akan selalu ada hikmah disetiap pijakan yang ku tempuh.

Terima kasih gubuk kecil sudah memberikan tempat terbaik untuk beristirahat, menghirup udara baru, memberikan kesempatan bercengkrama bersama-sama. Aku pamit, aku pergi dengan membawa kebahagian di dalamnya :')

"in three words I can sum up everything I have learned about life; it goes on" -Robert Frost-

Kamis, 13 Juni 2013

Life must go on

Aku terus berjalan menelusuri jalanan yang ramai, sesak dan penuh lubang. Aku tidak pernah tau kapan kaki ini akan menghentikan langkah. Aku tidak pernah tau arah kemana yang harus aku datangi. Yang aku tau, aku hanya menikmati perjalanan ini. Berjalan sambil memperhatikan setiap langkah yang membawaku semakin jauh dari tempat semula, membawaku semakin dekat dengan keramaian. 

Sesekali aku menghentikan langkah, menghela nafas panjang, berdiri terpaku menatap awan yang tak lagi berwarna biru, menatap orang-orang yang semakin riuh berbondong-bondong mencari jalanya masing-masing. Pikiranku menjadi tak karuan, hatikupun terus meronta "aku mau kemana? Kemana aku harus melangkahkan kaki yang sudah tak lagi kuat untuk berjalan?" Hanya batin yang tau kecemasan yang tengah melanda ku saat ini. 

Sepi,sunyi,sendiri berada di derasnya air yang membahagiakan para tani, aku tetap harus berjalan. Aku tak boleh berdiam terlalu lama karena ini belum menjadi akhir. Suara gemricik air akan menemaniku terus melangkah. Sisi-sisi dinding bangunan berdiri kokoh menjulang tinggi dengan hiasan lampu yang menebarkan cahaya memecahkan heningnya perjalananku. Aku tersenyum, "dapatkah mereka memberi tau arah mana untuk aku harus berjalan?" Mulut terbungkam, hati berbicara aku tetap harus berjalan. Ketika kutemui sebuah pohon yang terus bergerak kekanan dan kekiri begitu lembut dan berirama. Ku hampiri meskipun tak seharusnya aku berhenti. Kuyakinkan diri mereka pasti tau kemana aku harus berjalan, tetapi ia menghiraukanku, yang ia lakukan hanya terus bergerak kekanan dan kekiri. Aku harus tetap berjalan.

Pancaran sinar matahari menyinari perjalananku, hampir menutup separuh mata tapi itu tak menyurutkan niatku untuk terus melangkahkan kaki, setidaknya aku tau tidak hanya aku yang berjalan, aku tidak sendiri, ada dia yang mengikutiku menemaniku untuk tetap melangkah. Namun,
Langkahku mulai tertatih, air yang muncul dari dahi menetes dengan derasnya, kerongkongan tak mau kalah ia terus meminta haknya kepadaku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa,aku tidak punya apa-apa, aku hanya punya tekad untuk bergegas menemukan ujung dari perjalanan panjang yang membuat aku mengabaikan kewajiban pada setiap rontaan yang berbisik di telingaku. Aku tetap berjalan,aku semakin bersemangat seolah tau sebentar lagi aku pasti sampai pada tempatku beristirahat. Meskipun akan selalu ada pemandangan disetiap sudut kota yang akan kutemui dan menghentikan langkahku, aku harus tetap berjalan. Begitulah, aku hanya terus berjalan dan bersemangat. Kuyakinkan pada seluruh anggota tubuh bahwa "kita sebentar lagi sampai jadi bersemangatlah" :)

Sabtu, 12 Januari 2013

Makanan khas Korea

Kalau liat k-drama / variety show lagi ada acara makan tuh suka ngiler ga sih laitin makanannya ? rasanya pengen ngicipin, padahal belum tentu cocok sama lidah orang Indonesia :) xixi yuuukk intip apa aja makanan khas Korea (sumber dari wikipedia dan beberapa blog yang lebih senior yaa) :


Kimchi


Kimchi adalah makanan tradisional Korea, salah satu jenis asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas. Setelah digarami dan dicuci, sayuran dicampur dengan bumbu yang dibuat dari udang krill, kecap ikan, bawang putih, jahe dan bubuk cabai merah. Sayuran yang paling umum dibuat kimchi adalah sawi putih dan lobak. Di Korea,  kimchi selalu dihidangkan di waktu makan sebagai salah satu jenis banchan yang paling umum. Kimchi juga digunakan sebagai bumbu sewaktu memasak sup kimchi (kimchi jjigae), nasi goreng kimchi (kimchi bokkeumbap), dan berbagai masakan lain.


Bibimbap


Bibimbap atau Bibimbab adalah makanan Korea berupa semangkuk nasi putih dengan lauk di atasnya berupa sayur-sayuran, daging sapi, telur, dan sambal gochujang. Sebelum dimakan, nasi dan lauk diaduk menjadi satu. Bibimbap yang dihidangkan dalam mangkuk dari batu yang sudah dipanaskan disebut Dolsot Bibimbap, Panas dari mangkuk batu akan mematangkan telur mentah yang diletakkan di atas nasi sebagai lauk. Sebelum nasi dimasukkan, minyak wijen dituangkan di dasar mangkuk batu agar terbentuk lapisan kerak nasi yang harum dan garing di dasar mangkuk.

Bulgogi


Bulgogi adalah masakan daging asal Korea. Daging yang digunakan antara lain daging sirloin atau bagian daging yang bagus dari seekor sapi. Bumbu bulgogi adalah campuran kecap asin dan gula ditambah bumbu lain bergantung pada resep dan daerahnya di Korea. Sebelum dimakan, daun selada digunakan untuk membungkus bulgogi bersama kimchi, bawang putih, atau penyedap lain sesuai selera. Di Jepang, makanan yang sejenis disebut Yakiniku. Dibandingkan dengan Yakiniku, bumbu daging untuk bulgogi dibuat lebih manis. Air pada bumbu cukup banyak sehingga daging tidak dipanggang di atas plat besi (teppan), melainkan di atas panci datar.

Gimbap


imbap atau kimbap adalah makanan ringan khas Korea yang sangat digemari.[1] Gimbap dibuat dari nasi yang digulung dengan rumput laut kering yang disebut gim. Isi dari gimbap dapat bermacam-macam, seperti daging, sosis atau omelet. Gimbap dipotong menjadi ukuran kecil dan disajikan dingin, biasanya disajikan dengan danmuji dan kimchi. Bahan dasar gimbap adalah nasi, daging, sayuran yang diacar atau yang masih segar. Secara tradisional nasi dibumbui dengan garam dan minyak wijen atau minyak perilla. Isinya pun beragam, mulai dari ikan (dalam bentuk fish cake), daging kepiting, telur atau daging iga sapi yang dibumbui. Sedangkan bahan sayuran adalah ketimun, bayam, wortel dan danmuji.


Tteok


Tteok adalah kue asal Korea yang dibuat dari serealia, terutama beras atau ketan. Bahan dan cara pembuatan berbeda-beda menurut wilayahnya di Korea. Tteok juga dibuat sebagai kue yang rasanya manis dalam berbagai variasi rasa untuk hari-hari perayaan musim, termasuk perayaan tahun baru Korea. Walaupun dimasak, tteok yang dibuat dari beras tidak menjadi liat sehingga dipakai untuk berbagai masakan tumis dan goreng. Tteok berbentuk batang (silinder) yang dimasak bersama gochujang dan gula pasir disebut tteokbokki. Selain tteokbokki, pojangmacha juga menjual tteok yang digoreng bersama sayuran. Tteok juga dimasukkan ke dalam berbagai masakan seperti dak galbi (galbi daging ayam). Tteokguk adalah makanan tahun baru Korea berupa tteok yang dimasak menjadi sup bersama daging sapi atau daging ayam. Bumbu sup adalah kecap asin, garam dapur, dan bawang putih. Tteok yang dimakan sebagai kue dibuat dari ketan dengan madu atau gula sebagai pemanis. Sebagai perisa ditambahkan antara lain sejenis labu parang, kacang hijau, kacang azuki, atau wijen. Berdasarkan cara pembuatannya, tteok terdiri dari tteok yang dikukus, ditumbuk, direbus, atau ditumis. Tteok tradisional dibuat dengan cara dikukus dan disebut sirutteok. Alat pengukus yang disebut siru dibuat dari tembikar.


Samgyupsal


Samgyupsal adalah makanan terkenal dari Korea, merupakan potongan daging babi (bisa juga diganti dengan daging sapi) yang dibakar dengan bumbu khusus lalu setelah dibakar, daging tersebut digulung dengan daun selada dan dimakan langsung. Biasanya, selain dimakan dengan daun selada, dalam gulungan tersebut juga bisa ditambahkan bawang putih, kimchi, jamur, tauge dan bawang panggang sesuai selera. Samgyupsal sendiri biasanya disajikan dengan 2 saus, yaitu saus Ssamjang, saus yang terdiri dari pasta cabai, pasta kedelai dan minyak wijen serta saus Gireumjang, saus yang dibuat dengan garam, minyak wijen dan sedikit lada hitam. Biasanya ssamjang digunakan ketika kita makan samgyupsal dengan sayur-sayuran dan gireumjang digunakan ketika kita hanya makan daging samgyupsal saja (tanpa gulungan selada).

Omurice



Nasi untuk omurice biasanya diberi daging ayam, udang, cumi-cumi, jamur, dan bawang bombay. Chicken rice adalah sebutan lain untuk nasi untuk omurice dengan daging ayam dan saus tomat.Nasi untuk omurice diletakkan di atas telur dadar setengah matang yang dibuat di atas penggorengan, lalu dengan gerakan tangan seperti membalik isi penggorengan, nasi menjadi terbungkus dengan telur dadar. Omurice yang dibuat di rumah biasanya menggunakan teknik membungkus nasi dengan telur yang lebih mudah. Telur dadar diletakkan di atas nasi, lalu isi penggorengan ditumpahkan di atas piring.

Jeongol


Jeongol adalah makanan Korea berupa berbagai sup yang direbus di dalam panci besar, dan dihidangkan di tengah-tengah meja untuk dimakan bersama. Dibandingkan dengan jjigae yang hanya berisi satu jenis bahan utama, bahan untuk isi jeongol biasanya jauh lebih beragam.[1] Berbeda dari jjigae yang bermula dari makanan rakyat, jeongol seperti halnya gujeolpan bermula dari makanan untuk kalangan bangsawan atau anggota keluarga kerajaan. Makanan ini biasanya berisi irisan daging sapi, jeroan, berbagai jenis makanan laut, dan ditambah berbagai jenis sayuran, jamur, dan bumbu-bumbu lain. Semua bahan direbus bersama di dalam panci dangkal untuk memasak jeongol yang disebut jeongolteul (전골틀). Makanan ini umumnya dibuat pedas karena diberi bumbu gochujang dan bubuk cabai. Selain itu, jenis kaldu yang digunakan untuk merebus bergantung kepada bahan utama yang menjadi isi sup.


Dakjuk



Dakjuk adalah masakan korea yang terbuat dari daging Ayam yang direbus dalam air dan dicampurkan bumbu bawang putih dan bawang merah. Lalu kemudian di tambahkan nasi dan dimasak sampai matang. Bahan utama Dakjuk adalah beras, ayam, dan bawang putih. Setelah matang hasilnya seperti bubur ayam yang kental dengan rasa bawang yang kuat. Dakjuk banyak disukai oleh anak-anak dan orang dalam masa penyembuhan karena makanan ini tidak pedas dan mudah dicerna.

Ddukbokkie



Ddukbokkie adalah makanan snack yang sangat populer di Korea. Ddukbokkie banyak di jajakan di pinggir jalan oleh para pedagang makanan di malam hari. Makanan ini dibuat dari ikan, telur rebus, ditambah saus pedas yang sedikit manisSebagai penawar rasa pedas, ditambahkan juga kue beras yang kenyal dan lembut. Ddukbokkie aslinya adalah berupa hidangan tumis yang terdiri dari garaetteok (tteok berbentuk silinder Tteok) yang dikombinasikan dengan berbagai bahan seperti daging sapi, tauge, bawang, jamur shiitake, wortel, dan dibumbui dengan saus kedelai.

Samgyetang


Samgyetang adalah sup ayam ginseng masakan Korea. Sup ini berisi ayam muda dalam keadaan utuh yang direbus dengan api kecil selama 2-3 jam hingga empuk. Seporsi sup dalam panci kecil biasanya dimakan oleh satu orang. Samgyetang dimakan dengan tambahan merica, garam, dan kimchi yang disediakan di atas meja. Ayam sudah direbus hingga empuk hingga daging mudah lepas dari tulang. Kuah sup biasanya tidak semua diminum. Setelah daging ayam habis, nasi dimasukkan ke dalam sup.

Setelah isi perut ayam dikeluarkan, ke dalam perut ayam dimasukkan ketan yang sudah direndam sebelumnya dan ramuan tanaman obat yang dipercaya bermanfaat untuk kesehatan. Selain ginseng, Di antara ramuan yang sering dicampurkan adalah kastanye, kacang cemara, buah jujuba kering, bawang putih, daun bawang, dan jahe. Bergantung pada resepnya, tanaman obat seperti gugija (goji), dangsam (akar Codonopsis pilosula), atau danggwi (tang kuei atau Angelica sinensis). Tanaman obat dicampurkan dalam keadaan utuh (tidak dipotong-potong) agar khasiatnya maksimal.
Seperti halnya sup ayam yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit di kebudayaan Barat, samgyetang bukan hanya dimakan di Korea untuk mengobati penyakit. Protein dan mineral dari seekor ayam utuh yang direbus dengan tanaman obat dipercaya bisa mencegah penyakit.


Japchae



Japchae adalah salah satu jenis makanan Korea yang menggunakan mie sebagai bahan utama. Japchae adalah masakan korea yang berupa mie sohun yang dicampur dengan berbagai jenis sayuran dan daging sapi. Makanan ini biasa di sajikan sebgai lauk pendamping nasi. Cara memasak makanan ini cukup rumit. Yaitu masing-masing bahan di tumis secara terpisah untuk mempertahankan rasa dan aroma masing-masing. Bahan seperti daging sapi dan sayuran di potong kecil-kecil dengan bentuk memanjang. Sayuran yang di gunakan biasanya berupa wortel, paprika, jamur shitake, bawang bombay, dan bayam. Daging sapi ditumis bersama minyak wijen dengan bumbu bawang putih, kecap asin, dan gula pasir. Setelah semua bahan matang kemudian dicampurkan dengan mie sohun yang sudah di rebus dan di aduk-aduk bersama minyak wijen, irisan cabai, dan wijen.

Hoddeok




Hoddeok adalah jenis makanan korea mirip dengan pancake yang biasa kita kenal. Ciri khas Hoddeok adalah rasanya yang sangat manis. Makanan ini banyak di jual oleh pedagang makanan jalanan di Korea Selatan. Biasa di makan pada musim dingin. Adonan Hoddeok di buat dari tepung terigu, air, susu, gula, dan ragi. Adonan Haddeok kemudian diisi dengan campuran ula merah, madu, kacang, dan kayu manis. Hoddeok adalah makanan favorit anak-anak di Korea.

Soelleongtang


Seolleongtang adalah makanan Korea yang terbuat dari tulang sapi yang direbus dalam waktu yang lama sehingga menjadi sup. Potongan daging sapi dan lobak juga menjadi campuran untuk masakan ini. Seolleongtang biasa di makan saat musim dingin sebagai menu sarapan atau makan malam. Untuk memasak Seolleongtang pertama-tama air direbus di dalam panci besar dan setelah mendidih bagian kepala dan tulang sapi kemudian dimasukkan. Setelah beberapa saat kepala dan tulang sapi dikeluarkan kembali dan direndam dalam air segar. Air tersebut kemudian direbus dengan menambahkan tulang rusuk dan kaki sapi. Untuk menghilangkan bau sapi yang tidak sedap ditambahkan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, dan jahe. Semakin lama Seolleongtang direbus maka akan semakin gurih dan semakin banyak kandungan gizinya.

Soondubu Jiggae



Makanan Korea yang terkenal berikutnya adalah Soondubu Jiggae. Soondubu Jiggae adalah sejenis sup yang dibuat dari tahu, seafood (seperti tiram, remis, atau udang), sayuran, jamur, bawang, daun bawang, dan bubuk cabe. Makanan ini lebih kental dari sup, namun lebih encer dari bubur. Secara tradisional, Soondubu Jiggae dimasak dengan menggunakan gerabah. Soondubu Jiggae biasanya dimasak hanya untuk satu piring.


Ramyeon



Ramyeon adalahmie ramen khas Korea, namun agak berbeda dengan ramen dari Jepang. Ramyeon Korea dapat pula berarti mie instan yang dijual kemasan. Ramyeon dimasak dengan kuah yang sangat pedas dan biasanya ditambah sayuran, daging atau kimchi.

Yangnyeom Tongdak



Makanan Korea yang terkenal di dunia adalah Yangnyeom Tongdak. Yangnyeom Tongdak berasal dari kata 'Yangnyeom' yang berarti bumbu dan 'Tongdak' yang berarti ayam. Yangnyeom Tongdak adalah berupa ayam goreng dengan taburan saus manis asam pedas ala Korea. Saus dibuat dengan campuran bawang puti, saus tomat, gula, dan cabai.


Pat Bing So



Pat Bing Soo yaitu makanan khas Korea yang paling digemari oleh banyak orang yang hobi makan makanan dingin. Isinya semacam buah-buahan kalau di Indonesia mungkin seperti es campur.


Soju
Soju adalah minuman distilasi asal Korea. Sebagian besar merek soju diproduksi di Korea Selatan. Walaupun bahan baku soju tradisional adalah beras, sebagian besar produsen soju memakai bahan tambahan atau bahan pengganti beras seperti kentang, gandum, jelai, ubi jalar, atau tapioka (dangmil). Minuman ini bening tidak berwarna dengan kadar alkohol yang berbeda-beda, mulai dari 20% hingga 45% alkohol berdasarkan volume (ABV). Kadar alkohol yang paling umum untuk soju adalah 20% ABV.


Naah.. itu tadi bebeapa makanan khas Korea yang terkenal dan lebih mendunia lewat acara2 variety show atau drama dan film korea. Sebenarnya masih banyak banget tapi ini cukup yaa, cukup bikin ngiler maksudnya hehe heum pengen banget ngerasain langsung.. yang pinter masak bisa cobain buat sendiri, pake bahan / bumbu ala Indonesia aja kali ya kalau susah yang halal pastinya :) bisa liat disini kalau penasaran  pengen bikin sendiri : http://resepmasakankoreaku.blogspot.com/






Seoul.... someday maybe!

 Please... take me to Seoul , anyone ? :)))))))))


 Jeju Island






Gunung Halla ( tengah Pulau Jeju )


Han River ( Moonlight Rainbow )





Nami Island




N Seoul Tower





Ice Skating Rink Grand Hyatt Hotel Seoul



Changdeokgung



Namsan Traditional Village





Suwon Waseong - Benteng tengah kota


Istana Gyeongbok




Seoul Worldcup Stadium




Lotte World





Museum Teddy Bear